Puluhan Jemaah Dipulangkan dari Madinah ke Tanah Air dengan Skema Tanazul

oleh
oleh

MRI – Jakarta | Sejak 26 Juni 2025 hingga kepulangan terakhir jemaah pada 10 Juli 2025, Klinik Kesehatan Haji Indonesia Daerah Kerja Madinah (KKHI Daker Madinah) mencatat sebanyak 41 orang jemaah haji yang kembali ke tanah air dengan skema Tanazul.

Tanazul merupakan program pemulangan jemaah haji melalui kelompok terbang (kloter) yang berbeda dari kloter keberangkatan, karena alasan sakit dan kriteria laik terbang. Kondisi jemaah dalam program ini adalah jemaah sakit pasca perawatan di RS Arab Saudi (RSAS) maupun KKHI Madinah.

Penanganan lebih lanjut di Indonesia menjadi alasan utama pemulangan mereka, baik bagi jemaah yang sudah tertinggal dari kloternya maupun yang perlu pulang lebih awal.

“Keamanan jemaah selama perjalanan menuju tanah air menjadi prioritas utama kami. Oleh karena itu, KKHI Madinah melakukan evaluasi kesehatan menyeluruh untuk menentukan kelaikan terbang,” ungkap Kasie Kesehatan sekaligus Kepala KKHI Daker Madinah, dr. Novitasari Nurlalila Bahramsyah, di KKHI Madinah (4/7).

Melanjutkan pernyataan dr. Novi, penanggung jawab Evakuasi dan Tanazul, dr. Lia Agustina, MPH, menjelaskan bahwa evaluasi ini dilakukan oleh dokter penanggung jawab pelayanan atau dokter spesialis terkait.

“Para tenaga medis tersebut juga melakukan peninjauan ulang untuk memastikan kebutuhan jemaah selama perjalanan, seperti ketersediaan oksigen atau stretcher, terpenuhi,” ujarnya.

Selain itu, selama penerbangan, jemaah juga akan didampingi oleh Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) untuk memastikan kondisi mereka tetap stabil.

Program Tanazul Kesehatan ini terlaksana berkat kolaborasi dan kerja sama yang erat antara KKHI Madinah dan TKHK.

Sinergi antara kedua pihak sangat krusial dalam memastikan jemaah haji yang sakit dan membutuhkan penanganan lanjutan di Indonesia dapat kembali ke tanah air dengan aman dan nyaman. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *