MRI – Jakarta | Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem terus bergerak membuka peluang dukungan pusat demi memperkuat pembangunan dan pemulihan ekonomi Aceh. Dalam agenda audiensi bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Robert Leonard Marbun di Jakarta, Kamis (14/5/2026), Mualem secara langsung menyampaikan permohonan penambahan anggaran untuk kebutuhan Aceh.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat itu menjadi bagian dari langkah aktif Pemerintah Aceh dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat di tengah berbagai tantangan pembangunan yang sedang dihadapi daerah.
Melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr. Nurlis Effendi, Mualem menegaskan bahwa upaya meminta tambahan dukungan anggaran dilakukan demi memastikan program pembangunan dan kebutuhan masyarakat Aceh tetap berjalan optimal.
“Kita berusaha maksimal untuk rakyat Aceh,” ujar Mualem sebagaimana disampaikan Nurlis.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Aceh memaparkan secara terbuka kondisi dan kebutuhan daerah saat ini. Mulai dari penguatan sektor pembangunan, peningkatan pelayanan publik, hingga berbagai program strategis yang membutuhkan dukungan anggaran tambahan dari pemerintah pusat.
Menurut Nurlis, audiensi itu berlangsung dalam suasana konstruktif dan penuh perhatian dari pihak Kementerian Keuangan. Pemerintah pusat disebut merespons positif berbagai usulan yang diajukan Pemerintah Aceh.
“Kementerian Keuangan berjanji mengakomodir permintaan kita, semoga sesuai dengan yang kita harapkan,” kata Mualem.
Meski belum mengungkap nilai anggaran yang diajukan, Mualem memastikan seluruh proses masih dalam pembahasan lebih lanjut bersama pemerintah pusat. Pemerintah Aceh, kata dia, akan menyampaikan secara terbuka kepada masyarakat setelah keputusan final ditetapkan.
“Untuk berapa jumlah nilainya, nantilah kalau sudah keluar angkanya baru kita sampaikan kepada rakyat Aceh,” tambahnya.
Nurlis juga menegaskan bahwa selama berada di Jakarta, Mualem terus melakukan berbagai pertemuan strategis dengan kementerian dan sejumlah pihak guna membuka peluang baru bagi Aceh. Langkah tersebut tidak hanya berkaitan dengan anggaran, tetapi juga menyangkut investasi, pengembangan usaha, hingga dukungan program nasional untuk daerah.
“Beliau mengikuti seluruh perkembangan yang terjadi di Aceh. Saat ini beliau berusaha keras untuk memperbaiki kondisi Aceh,” kata Nurlis.
Menurutnya, Mualem memiliki komitmen besar agar Aceh dapat bangkit lebih cepat dan memiliki kondisi ekonomi yang lebih baik ke depan. Karena itu, berbagai pintu komunikasi dengan pemerintah pusat terus dibangun demi memperjuangkan kepentingan rakyat Aceh.
“Beliau sangat ingin kondisi Aceh menjadi baik-baik saja, bahkan lebih dari itu. Beliau bekerja keras untuk Aceh,” ujarnya lagi.
Dalam audiensi tersebut, Mualem turut didampingi Staf Khusus Gubernur Aceh Teuku Irsyadi. Sementara pihak Kementerian Keuangan hadir bersama sejumlah pejabat terkait, di antaranya Subandono, Jaka Sucipta, serta Wiwin Istianti.
Pemerintah Aceh berharap komunikasi intensif dengan pemerintah pusat dapat menghadirkan solusi konkret bagi berbagai kebutuhan daerah, sekaligus memperkuat pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. []
