Plt Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Hadiri Gema Muharram 1448 H di Dayah Tauthiatud Thullab, Ajak Santri Jaga Ukhuwah dan Bebas Bullying

oleh
oleh
Pelaksana Tugas Plt Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin S.Pd, M.Pd, menghadiri peringatan Gema Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Dayah Tauthiatud Thullab, Sabtu 13 Juni 2026.

MRI – Bireun | Pelaksana Tugas Plt Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin S.Pd, M.Pd, menghadiri peringatan Gema Muharram 1448 Hijriah yang digelar di Dayah Tauthiatud Thullab, Sabtu 13 Juni 2026. Majelis yang dipimpin ulama kharismatik Aceh, Abon Arongan, ini dihadiri ratusan santri serta warga sekitar yang memadati serambi dayah sejak pagi.

Hadirnya Plt Kepala Dinas dalam peringatan tahunan ini menjadi penanda kuat bahwa pemerintah daerah menaruh perhatian serius pada pendidikan dayah sebagai pilar penting pembentukan karakter generasi Aceh. Gema Muharram tidak hanya diisi zikir, tausiah, dan doa bersama, tetapi juga pesan kebangsaan dan pesan moral untuk para santri agar siap menghadapi tantangan zaman.

Dalam sambutannya di hadapan para santri, Muhsin menyampaikan tiga pesan utama. Pertama, fokus menuntut ilmu. Kedua, menjaga ukhuwah islamiyah di lingkungan dayah. Ketiga, menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan atau bullying.

“Bangunlah kebersamaan, saling menghargai, dan hindari perilaku membully sesama teman. Persaudaraan adalah modal penting dalam proses belajar dan meraih keberkahan ilmu,” pesan Muhsin.

Ia menekankan, ilmu yang berkah lahir dari hati yang bersih dan hubungan yang harmonis antar santri. Dayah selama ini dikenal sebagai rumah ilmu yang menumbuhkan adab sebelum ilmu. Karena itu, menjaga akhlak dan sikap saling tolong menolong harus menjadi budaya harian di setiap sudut dayah, mulai dari kelas, asrama, hingga surau.

Muhsin juga mengingatkan bahwa kompetisi dalam belajar boleh, tapi tidak boleh menjatuhkan. “Cerdas itu penting, tapi cerdas tanpa adab akan melukai orang lain. Santri yang sejati adalah yang ilmunya bermanfaat dan sikapnya meneduhkan,” tambahnya.

Lebih jauh, Muhsin menilai santri memiliki potensi besar untuk menjadi generasi unggul yang berakhlak dan berdaya saing. Di tengah derasnya arus informasi dan teknologi, santri dituntut tidak hanya hafal kitab, tetapi juga cakap berpikir, berani berinovasi, dan berani mengambil peran untuk umat.

“Oleh karena itu, teruslah tekun belajar demi masa depan umat. Bangun disiplin, jaga waktu, dan manfaatkan setiap kesempatan untuk menambah ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu yang menunjang kehidupan,” ujarnya.

Di sela kegiatan, Muhsin secara khusus memohon doa restu dan sinergi dari para ulama, terutama Abon Arongan. Ia menegaskan, kemajuan pendidikan dayah di Serambi Mekah tidak bisa dicapai hanya oleh pemerintah. Kerja sama antara pemerintah dan ulama adalah kunci agar program kerja dinas berjalan optimal dan tepat sasaran.

“Pendidikan dayah tidak hanya bertujuan mencetak orang yang pintar, tetapi juga melahirkan kader ulama yang cerdas, beradab, dan berkomitmen kuat menjaga nilai-nilai Islam,” Tutupnya. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *