MRI – Banda Aceh | Semarak kemerdekaan HUT RI tampaknya belum usai di lingkungan Dinas Pendidikan Dayah Aceh. Selain dihibur dengan turnamen olahraga, para pegawai yang berkumpul di halaman depan kantor seusai apel pagi pada Senin, 24 Agustus 2026, turut menggelar Lomba Baca Puisi bertema “Bela Negara” karya Dilla Hardina Agustiani.
Lomba seni ini diikuti oleh 7 orang peserta yang mewakili masing-masing ruang kerja di dinas. Jalannya acara berlangsung seru dan meriah yang juga ditonton langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muhsin, S.Pd.I., M.Pd.I., bersama para pejabat dan seluruh ASN, dari kantor induk maupun UPTD.
Panitia penyelenggara menyebut tujuan utama dibacakannya puisi “Bela Negara” ini adalah sebagai sarana refleksi bersama agar nilai-nilai perjuangan masa lalu tidak pudar ditelan zaman.
Melalui bait-bait puisi ini, para ASN diajak untuk meresapi pesan bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini dibayar mahal oleh pengorbanan nyawa pahlawan.
Hal tersebut menjadi pengingat penting bagi aparatur negara bahwa esensi bela negara saat ini bukan lagi angkat senjata, melainkan komitmen bekerja jujur, disiplin, dan totalitas dalam melayani masyarakat.
Lewat baris kalimat “Terluka parah bahkan hilang nyawa pun rela, demi melihat generasinya hidup damai sentosa”, para peserta berhasil menyentuh sisi emosional penonton.
Acara ini sukses membawa semangat kemerdekaan lewat cara yang sederhana namun tetap berkesan. Melalui panggung puisi ini, keluarga besar Dinas Pendidikan Dayah Aceh tidak cuma terhibur melihat bakat teman-teman sekantor, tapi juga momen keseruan bersama sekaligus mempererat kekompakan antarbidang.
Berikut Teks Puisi yang Diperlombakan:
Bela NegaraKarya:
Dilla Hardina Agustiani
Kobar semangat terus membara
Menyulut asa tuk bela negara
Berkorban jiwa serta raga
Usir penjajah dari tanah air kita
Ratusan nyawa pahlawan telah melayang
Mereka dengan gagah berani berperang
Menebas ketidakadilan walau penuh rintang
Agar tak ada lagi rakyat yang terkekang
17 Agustus kita telah merdeka
Perjuangan para pahlawan tak sia-sia
Terluka parah bahkan hilang nyawa pun rela
Demi melihat generasinya hidup damai sentosa. []
