Kadis Koperasi UKM Aceh Buka Diskusi Panel “Potensi dan Peluang Garam Aceh

oleh
oleh

MRI – Banda Aceh | Mewakili Gubernur Aceh, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Reza Ferdian, S.STP., M.Si., secara resmi membuka sekaligus menjadi keynote speaker pada Diskusi Panel bertajuk “Potensi dan Peluang Garam Aceh” yang digelar di Landmark BSI, Banda Aceh, Rabu 22 Juli 2026.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UKM Aceh dengan tujuan menggali potensi garam lokal sebagai komoditas strategis yang dapat menguatkan ekonomi masyarakat pesisir dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Dalam sambutannya, Reza Ferdian menegaskan bahwa Aceh memiliki potensi besar dalam produksi garam rakyat. Namun selama ini, tata kelola dan nilai tambah produk garam belum optimal.

“Garam bukan hanya komoditas biasa. Ini menyangkut hajat hidup petani garam dan ketahanan pangan kita. Pemerintah Aceh berkomitmen mendorong hilirisasi, penguatan kelembagaan kelompok, serta peningkatan kualitas produksi agar garam Aceh mampu bersaing,” ujar Reza.

Ia menambahkan, melalui diskusi panel ini diharapkan lahir rekomendasi konkret berupa peta jalan pengembangan industri garam Aceh. Mulai dari aspek budidaya, pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran.

Pemerintah juga mendorong agar koperasi dan UMKM dapat masuk dalam rantai pasok garam, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Diskusi panel ini menghadirkan sejumlah narasumber dari akademisi, praktisi, pelaku usaha garam, serta instansi terkait. Peserta yang hadir berasal dari berbagai kabupaten/kota penghasil garam di Aceh, perwakilan koperasi, BUMG, dan stakeholder sektor kelautan dan perikanan.

Kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh, dilanjutkan pemaparan materi dan sesi tanya jawab. Suasana diskusi berlangsung interaktif, dengan fokus pada persoalan teknis produksi, harga, regulasi, dan akses permodalan bagi petani garam.

Di akhir acara, seluruh peserta melakukan foto bersama sebagai simbol komitmen bersama memajukan sektor pergaraman Aceh.

Reza Ferdian menyampaikan bahwa Dinas Koperasi dan UKM Aceh akan menindaklanjuti hasil diskusi ini ke dalam program kerja. Salah satunya melalui penguatan kapasitas koperasi produsen garam, fasilitasi alat produksi yang lebih modern, dan pendampingan sertifikasi mutu.

“Jika kualitas kita naik dan manajemennya bagus, saya yakin garam Aceh bisa masuk pasar yang lebih luas. Ini sejalan dengan visi Aceh untuk menjadi pusat ekonomi syariah dan maritim,” jelasnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersinergi. Karena tanpa kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat, potensi besar garam Aceh tidak akan tergarap maksimal.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak dan diharapkan menjadi awal dari langkah strategis pengembangan garam Aceh ke depan. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *