MRI – Lhokseumawe | Program Studi Sosiologi, Jurusan Antropologi dan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar kuliah umum bertema “Etika Penelitian dan Masa Depan Peneliti Ilmu Sosial di Indonesia”, Senin (5/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Sultan Malikul Zahir FISIPOL Universitas Malikussaleh tersebut menghadirkan tiga Peneliti Ahli Madya dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora, yakni Dr. Shiyamu Manurung, M.A., Yumasdaleni, S.Ag., M.Si., Ph.D., dan Ramadoni, S.Pd., M.Pd., Ph.D.
Kuliah umum yang dimulai pukul 13.30 WIB itu menjadi ruang akademik bagi dosen dan mahasiswa untuk memperluas pemahaman mengenai pentingnya etika dalam penelitian sekaligus melihat perkembangan dan tantangan profesi peneliti ilmu sosial di Indonesia.
Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, Wakil Dekan I Bidang Akademik FISIPOL Universitas Malikussaleh, Prof. Dr. Suadi Zainal, menekankan pentingnya penguatan kapasitas penelitian di kalangan dosen dan mahasiswa.
Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan tidak dapat dipisahkan dari kemampuan sivitas akademika dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas, relevan, serta dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
“Tema etika penelitian sangat relevan dengan perkembangan riset ilmu sosial saat ini. Kegiatan ini menjadi ruang akademik bagi dosen dan mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai pentingnya etika dalam proses penelitian, sekaligus memahami perkembangan dan tantangan profesi peneliti ilmu sosial di Indonesia,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, para peneliti BRIN membahas pentingnya menghasilkan penelitian yang tidak hanya memiliki kekuatan secara akademik, tetapi juga memenuhi prinsip-prinsip etika penelitian.
Etika penelitian menjadi bagian penting dalam memastikan proses riset dilakukan secara bertanggung jawab, menghormati subjek penelitian, menjaga integritas data, serta menghasilkan pengetahuan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Selain persoalan etika, kuliah umum juga membahas arah dan masa depan penelitian ilmu sosial di Indonesia. Perubahan sosial yang berlangsung cepat, perkembangan teknologi, serta dinamika masyarakat dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang bagi para peneliti dan akademisi ilmu sosial.
Koordinator Program Studi Sosiologi FISIPOL Universitas Malikussaleh, Rizki Yunanda, M.Si., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Program Studi Sosiologi dalam memperkuat budaya akademik dan kapasitas riset di lingkungan program studi.
“Mahasiswa dan dosen ilmu sosial berhadapan langsung dengan berbagai realitas sosial yang kompleks. Karena itu, proses penelitian membutuhkan bukan hanya kemampuan metodologis, tetapi juga kepekaan etis dalam berinteraksi dengan masyarakat sebagai subjek maupun sumber data penelitian,” ucapnya.
Kegiatan tersebut dimoderatori oleh Cut Rizka Al Usrah, M.A. Turut hadir Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FISIPOL Unimal, Dr. Taufik Abdullah; Ketua Jurusan Ilmu Administrasi, Dr. Nur Hafni; Koordinator Program Studi Administrasi Publik, Risna Dewi, Ph.D.; Koordinator Program Studi Antropologi, Richa Meliza, M.Ant.; para dosen Jurusan Antropologi dan Sosiologi, serta mahasiswa FISIPOL Universitas Malikussaleh.
Kuliah umum tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman sivitas akademika mengenai pentingnya integritas dan tanggung jawab dalam penelitian sekaligus mendorong mahasiswa dan dosen untuk terus mengembangkan kapasitas riset dalam menghadapi perubahan sosial di Indonesia. []
