Shams ud Douza, wakil komisaris pengungsi Bangladesh, mengatakan kepada AFP bahwa para delegasi akan berbicara dengan warga Rohingya yang akan dipulangkan, dan menyebut kunjungan tersebut sebagai “langkah membangun kepercayaan”.
Dua puluh orang Rohingya mengunjungi dua kamp pemukiman bulan ini di Rakhine, di mana junta Myanmar berencana untuk menampung mereka di tempat yang menurut para ahli adalah tanah yang selama beberapa generasi menjadi milik orang Rohingya sebelum disita.
“Kami tidak memiliki perwakilan tetap dalam proses repatriasi ini,” kata Khin Maung, seorang pemimpin terkemuka Rohingya, kepada AFP.
“Proses repatriasi ini hanya cuci mata. Kalau mereka tidak menjamin harkat dan martabat kita, tidak ada gunanya kembali ke IDP (pengungsi internal),” ujarnya.
