MRI – Banda Aceh | Semangat kreativitas, intelektualitas, dan religiusitas generasi muda Aceh kembali terpantik melalui ajang PASCAL XIV yang digelar di SMA Negeri 10 Fajar Harapan Unggul Garuda Transformasi Banda Aceh. Kamis 2 April 2026.
Ajang ini diikuti oleh 1.324 peserta dari berbagai SMA baik daerah maupun nasional serta menghadirkan berbagai perlombaan di bidang seni, sains, keagamaan dan menjadi ruang strategis bagi pelajar dari berbagai jenjang pendidikan untuk menampilkan potensi terbaik mereka, sekaligus memperkuat karakter dan daya saing di tengah tantangan global.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, S.Pd., MSP yang hadir mewakili Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, SE, menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Kami mengapresiasi komitmen sekolah dalam menjaga keberlanjutan PASCAL hingga tahun ke-14. Ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi bagian penting dalam pembinaan generasi muda Aceh,” ujarnya.
Menurutnya, PASCAL memiliki nilai strategis karena mampu mengintegrasikan berbagai aspek pembinaan generasi muda dalam satu kegiatan.
“Kegiatan ini menggabungkan seni, sains, dan agama sebagai fondasi penting dalam membentuk generasi yang utuh dan berdaya saing,” katanya.
Dalam bidang seni, berbagai penampilan seperti Ratoh Jaroe dan Rapai Geleng menjadi bukti nyata semangat pelestarian budaya Aceh di kalangan pelajar.

“Seni tradisional adalah identitas daerah yang harus terus dijaga. Generasi muda memiliki peran penting dalam melestarikan budaya di tengah arus globalisasi,” tegasnya.
Sementara itu, kompetisi di bidang sains seperti olimpiade Matematika, Fisika, dan Biologi menjadi sarana untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan inovatif.
“Melalui ajang ini, kita mendorong lahirnya generasi muda Aceh yang mampu bersaing dalam ilmu pengetahuan dan teknologi,” ungkapnya.
Di sisi lain, kegiatan keagamaan seperti Syarhil Qur’an dan MTQ turut memperkuat nilai-nilai spiritual peserta.
“Kemajuan harus diimbangi dengan akhlak. Kita ingin generasi yang cerdas sekaligus berkarakter kuat,” lanjutnya.
Partisipasi peserta dari berbagai jenjang pendidikan turut memperkuat posisi PASCAL sebagai ajang inklusif yang mempertemukan beragam potensi pelajar.
“Ini menunjukkan bahwa PASCAL telah menjadi ruang bersama untuk mengembangkan bakat dan memperluas jejaring antarpelajar,” tambahnya.
Para peserta pun didorong untuk menjadikan ajang ini sebagai sarana belajar sekaligus mengasah sportivitas.
“Jadikan momentum ini untuk berkembang, berkompetisi secara sehat, serta menjunjung tinggi kejujuran dan kebersamaan,” pesannya.
Pemerintah Aceh, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan positif yang berkontribusi pada pembangunan sumber daya manusia.
“Kami percaya masa depan Aceh ditentukan oleh kualitas generasi mudanya hari ini,” jelasnya.
Pada akhir pidatonya, Kepala Dinas Pendidikan Aceh menyampaikan harapan agar para peserta didik saat ini kelak menjadi generasi unggul, menjadi penemu, pemimpin yang jujur dan berintegritas.
Ia menegaskan pentingnya menjalankan setiap peran, baik sebagai guru, pegawai, aparat, hingga kepala dinas, dengan kejujuran dan semangat inovasi, bukan sekadar menerima jabatan.
“Kegiatan ini bukan hanya tentang meraih juara, tetapi menjadi ruang untuk menumbuhkan kreativitas dan memperluas cita-cita. Anak-anak diharapkan memiliki mimpi besar untuk membawa perubahan bagi agama, bangsa, dan dunia,” ujarnya.
Dengan semangat tersebut, generasi muda Aceh diharapkan mampu memanfaatkan setiap kesempatan untuk belajar, berinovasi, dan berkontribusi nyata dalam membangun masa depan yang lebih baik. []
