UNDIRA Hadirkan Model Pengembangan untuk Pemberdayaan UKM di Kabupaten Bekasi

oleh
oleh

H. Namim, S.Pd., MM., Kepala Seksi Urusan Desa (PMD) Kecamatan Tarumajaya, Bekasi, Jawa Barat, menekankan pentingnya penguatan potensi ekonomi di 8 desa pesisir di wilayah guna meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat pesisir, terutama melalui identifikasi sumber daya lokal yang dapat dimaksimalkan. Selanjutnya, Ali Ridwan, S.E., Kepala Seksi Urusan Kepegawaian (UMPEG), menyatakan sebagai pemerintahan ditingkat kecamatan sangat terbuka membuka peluang melakukan kajian-kajian yang relevan dan menjajaki kerjasama strategis dengan Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) sebagai mitra dalam penelitian dan implementasi program pemberdayaan masyarakat.

Gagasan tersebut sejalan dengan apa yang menjadi fokus anggota tim peneliti lainnya Wenny Desty Febrian, S.E., M.M. yang berkaitan dengan peran MSDM dalam meningkatkan produktivitas dan kompetensi pelaku usaha.

“Manajemen sumber daya manusia yang efektif tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga memberikan kesempatan kepada pemilik bisnis untuk tumbuh dan mendukung mereka dalam memaksimalkan potensi ekonomi. Dengan pendekatan yang tepat, usaha perempuan dapat mengakses sumber daya, pelatihan, dan lingkungan yang dibutuhkan untuk memastikan keberhasilan usaha mereka, serta pandangan ekonomi yang lebih inklusif dan komprehensif.” tuturnya.

Hasil riset terhadap UKM sektor maritim di Kecamatan Tarumajaya, Bekasi, Jawa Barat, turut menunjukan komitmen tim peneliti UNDIRA dalam mendukung program Asta Cita Pemerintah Republik Indonesia, dimana pendidikan dan kesejahteraan menjadi kunci sukses dalam mendukung pemberdayaan masyarakat lokal.

Penelitian ini juga ditargetkan menghasilkan dua jurnal internasional terindeks Scopus dan dua jurnal nasional terindeks SINTA 2 sebagai luaran ilmiah. Diharapkan, melalui penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada pengembangan keilmuan, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan membangun ekonomi inklusif di wilayah pesisir Indonesia. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *