Para ilmuwan di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia memprediksi bahwa dua fenomena cuaca tersebut akan kembali terjadi tahun ini, memperingatkan jutaan penduduk Indonesia dapat menghadapi kekeringan berkepanjangan, kelangkaan air bersih, dan gagal panen.
Badan itu juga memperingatkan bahwa kebakaran hutan dan lahan bisa meningkat tahun ini.

“Pemerintah daerah harus segera memitigasi dan bersiap-siap (kekeringan),” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati pada 21 Juli 2018. Musim kemarau diperkirakan akan mencapai puncak antara Agustus dan September dan berlangsung hingga awal tahun depan.
Pekan lalu, pejabat daerah di seluruh Indonesia mulai memetakan daerah rawan kekeringan dan menyusun strategi untuk memitigasi dampak kedua fenomena cuaca tersebut. Setidaknya satu provinsi di Indonesia, Jawa Barat, tempat Ridogalih berada, telah menyatakan keadaan darurat.
