DAMPAK YANG LUAS
Menurut data pemerintah, sekitar 92 persen negara melaporkan musim kemarau yang “lebih keras dari biasanya” akibat El Nino 2019 dan kejadian IOD positif.
Kondisi tersebut menyebabkan sekitar 48,5 juta orang di seluruh Indonesia mengalami akses air bersih yang berkurang. Tahun itu, keadaan darurat diumumkan di provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta di Jawa bersama dengan Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.

Pemerintah Indonesia belum memprediksi berapa banyak orang yang akan terkena dampak kekeringan tahun ini, tetapi daerah-daerah tertentu di negara yang luas mulai melihat dampak dari dua fenomena cuaca tersebut.
Minggu ini, kelaparan dilaporkan di tiga kabupaten di Papua setelah musim kemarau mengakibatkan gagal panen, kata Kementerian Sosial Indonesia. Para pejabat berusaha mengirimkan makanan dan bantuan kemanusiaan lainnya ke daerah-daerah yang terkena dampak.
Di Sragen, Jawa Tengah, lebih dari 3.000 orang di empat kabupaten menghadapi krisis air bersih dan harus bergantung pada pasokan yang dijatuhkan oleh badan penanggulangan bencana setempat, lapor media setempat. Badan penanggulangan bencana memperkirakan jumlah korban akan meningkat seiring dengan berlanjutnya musim kemarau.
