Transaksi dari TikTok Shop terbilang kecil dibandingkan dengan yang dicatat oleh pemain yang lebih mapan seperti Shopee dan Lazada, yang masing-masing memiliki transaksi sebesar US$47,9 miliar dan US$20,1 miliar pada tahun 2022.
Namun, Momentum Works mencatat bahwa pertumbuhan tampaknya mendatar untuk Shopee dan menurun untuk Lazada karena pembatasan dilonggarkan dan orang menjadi kurang khawatir untuk berbelanja offline. Pada 2021, kedua perusahaan tersebut memiliki transaksi masing-masing sebesar US$42,5 miliar dan US$21 miliar.
Menanggapi popularitas TikTok Shop yang semakin meningkat, perusahaan e-commerce yang lebih mapan telah mulai bereksperimen dengan video pendek dan streaming langsung di platform masing-masing.
Penjaga toko Hariyanti mengatakan dia dan rekan-rekannya melakukan siaran langsung selama dua jam setiap hari antara pukul 12 siang dan 2 siang, menampilkan satu demi satu barang menggunakan tiga ponsel cerdas untuk menangkap audiens dari tiga platform berbeda: Toko TikTok, Shopee, dan Instagram.
Sejauh ini, katanya, toko tersebut menghasilkan lebih banyak penjualan dari TikTok Shop dibandingkan dengan dua platform lainnya.
“Mungkin (TikTok Shop) lebih cocok dengan demografi kita. Mungkin karena (TikTok Shop) lagi ada promo seperti diskon dan free delivery. Saya tidak tahu pasti, ”katanya.
BEBERAPA MALL BELANJA BERJUANG UNTUK MEMULIHKAN
Miranti Amelia, yang memiliki toko pakaian di sebuah mal di Jakarta Barat, mengatakan meskipun tokonya masih menerima pelanggan fisik dari waktu ke waktu, namun jumlahnya semakin berkurang.
“Mereka biasanya melihat kami di media sosial tetapi bersikeras datang ke toko untuk mencoba pakaian kami sendiri. Mereka membeli satu atau dua pakaian dan begitu mereka yakin dengan produk kami, pembelian berikutnya akan dilakukan secara online, ”katanya

“Saya bahkan punya satu pelanggan yang datang ke toko, mencoba produk kami dan membeli barang yang sama di toko online kami saat dia masih di toko fisik saya. Saat saya tanya kenapa, dia bilang: ‘Ada banyak promo online’.”
