Hal yang sama tidak berlaku untuk pusat perbelanjaan yang melayani pasar menengah dan bawah. Selama periode yang sama, mal-mal ini rata-rata memiliki tingkat hunian 47 persen.
MALL PERBELANJAAN HARUS BERUBAH
Adhinegara dari firma think-tank CELIOS mengatakan masa depan terlihat suram bagi pusat perbelanjaan yang menargetkan rumah tangga berpenghasilan rendah karena sebagian besar barang yang dijual di tempat-tempat ini banyak tersedia secara online.
“Banyak penyewa mereka yang sangat terpengaruh oleh pandemi. Beberapa tutup, beberapa harus secara drastis mengurangi pengeluaran mereka dan mencari alternatif yang lebih murah, yang lain memutuskan tidak lagi masuk akal untuk mengoperasikan toko fisik sama sekali, ”katanya.
“Di bagian lain Indonesia di mana penetrasi internet rendah dan biaya pengiriman tinggi, mal semacam ini mungkin masih ada, tetapi tidak di Jakarta.”
Dalam upaya untuk meningkatkan pengeluaran, Presiden Joko Widodo baru-baru ini mendeklarasikan dua hari di sekitar hari raya Idul Adha, yang jatuh pada 29 Juni, sebagai hari cuti bersama, yang secara efektif memberi masyarakat Indonesia akhir pekan selama lima hari.

“Liburan liburan harus mendorong perekonomian, terutama di daerah dan kawasan pariwisata lokal, menjadi lebih baik,” kata Jokowi, yang akrab disapa Jokowi.
